Senin, 13 Desember 2010

(fanfic) Wake Up

Title : Wake UP (Sequel Body Talk n Change UR World)
Pair : Akame
Disclaimer : not mine T_T
Place : Masa City's
Music : Murasaki - Akanishi Jin

A/N : Settingnya beberapa tahun kemudian (sedikit di luar kebiasaan q nulis tapi gpp-lah) awalnya cuma mo buat fic lepas n q pikir bisa selesai satu kali post tapi ternyata malah jadi panjang banget, berhubung Miss Akame (yang di dukung Santi n Srie) nodong sequel mulu, jadi sekalian ini aja di buat sequel deh. Q dapet ide dari komen miss akame yang pengen KaT-TUN n Jin konser bareng lagi, jadi sekalian menyelam, minum aer n nyari ikan, hohoho.... *d gampar* happy reading, girls (^_^)




Part 7


“Thank you”

Akanishi menutup pintu sembari mulai membuka paket yang baru saja diterimanya dengan semangat. Masih menimbang-nimbang mana yang akan terlebih dahulu diputarnya ketika ponselnya berbunyi. Dengan segera Akanishi berlari ke kamarnya dan melihat nama sahabatnya berkelap-kelip di layar.

“Yo, Pi”

“Nah, apa pesananmu sudah sampai?”

“Ya, barusan. Thanks ya”

“Bukan masalah. Sudah ya, aku mau tidur, besok aku ada meeting pagi buat membahas first konser di overseas”

“NewS?”

“Yamashi Tomohisa aka Yamapi aka Pi”

“Wow!! Kamu mau ke sini juga?!” seru Akanishi senang

“Bukan! Cuma di Asia kok. Rencananya sih Korea, Thailand...ng mana lagi ya aku lupa, besok lah kalau sudah pasti kamu kuberi tahu”

“Oh, okey. Sukses ya. Sekali lagi terima kasih”

Setelah menutup ponsel akhirnya Akanishi memutuskan untuk melihat DVD terlebih dahulu, dengan petrtimbangan akan bisa melihat wajah dan tidak hanya mendengar suara teman-teman yang lama tak didengarnya. Akanishi ikut berguman pelan saat mendengar lagu mulai mengalun, sebelumnya Kame memang sudah mengiriminya sample lewat e-mail mengenai single terbaru KaT-TUN jadi meski tidak terlalu hafal setidaknya Akanishi bisa mengikuti melody-nya.

Berpikir jika dia ikut dalam lagu itu maka kalimat ‘Change ur World’ yang diteriakkan Kame akan menjadi bagiannya, sedikit iri dengan kostum kali ini karena semua terlihat keren, membayangkan akan seperti apa kostum yang dipakainya jika dia ikut. Tertawa saat melihat ‘skit’ yang diciptakan Nakamaru dan yang lain untuk mengisi waktu, dulu dia juga sering ikut ambil bagian dengan ‘skit’ yang tidak jelas itu. Akanishi bahkan sampai menyemburkan air yang di minumnya saat melihat Kame menyuruh Koki dan Ueda saling berhadapan dalam monitor yang berlainan agar terlihat seperti sedang berciuman dalam Summer Premium 2010, tertawa keras pada setiap gurauan yang diciptakan teman-temannya, terutama saat Kame meloncat dari kursi untuk menghindari kamera yang tiba-tiba berputar untuk mengambil wajahnya dan berpose imut untuk menyenangkan fans.

Senyum Akanishi agak memudar saat melihat di akhir acara, saat menyalami fans wajah Kame sedikit terlihat aneh. Ya, meski tersenyum tapi Akanishi bisa melihat sedikit kelelahan dalam mata Kame. Setelah terdiam beberapa saat akhirnya Akanishi memutuskan untuk mengambil telfonnya. Terakhir mereka berbicara secara langsung adalah setelah konser-nya di San Fransisco. Kame menghubunginya setelah mendengar kabar bahwa dalam konser dia mencium boneka kura-kura pemberian fans yang secara iseng di sodorkan padanya oleh Joey. Okey, mungkin bukan iseng, karena Joey merupakan teman baiknya seperti Yuu, Ryo dan Pi. Berkat Joey yang ikut serta dalam Jin Crew atau tim back dancer-nya, Akanishi tidak terlalu merasa kesepian di negara paman sam ini.

“Moshi-moshi...”

“Ah, Kazu, ini aku...”

“Jin?!”

“Yeah, ne, aku tadi....”

“JIN!!!”

“Y-ye-yeah??”

“Kamu tahu sekarang ini jam berapa di Jepang?!”

Akanishi menelan ludah dan baru saja ingat bahwa tadi Yamapi mengatakan kalau dia akan tidur yang berarti sekarang mungkin sudah lewat tengah malam.

“Tengah malam?” Akanishi menjawab dengan nada yang di buat se-innocent mungkin, berharap supaya Kame tidak marah.

“Jam dua lebih 15 menit!”

“Ah, souka. Hahaha.....” Akanishi melanjutkan karena tidak terdengar sahutan “Uhm... Ohayou?”

“That’s it!”

TUUT TUUT TUUT

“Ehk?! Kazu?! KAZU!!! Mou!!” Akanishi memelototi ponsel di tangannya seolah salah ponselnya-lah Kame memutuskan sambungan “Yah, sudahlah, nanti saja ku telfon lagi. Atau ku e-mail saja?”

Setelah berjalan bolak-balik sampai 20 kali lebih, akhirnya Akanishi memutuskan untuk mengirim e-mail dan akan menghubungi Kame jika hari sudah benar-benar pagi di Jepang.

To: Turtle Kazu-chan
From: Yellow Jin
Message:

Kazu~ Kenapa telfonnya di tutup sih, aku kan ingin ngobrol denganmu *pout* Okey, nanti ku telfon lagi, tapi kasih tahu kalau di sana sudah pagi ya, hehehe... aku cuma mau bilang, kamu can...erhm maksutku keren banget di PV, aku minta tolong Pi buat mengirimkannya padaku. Nee, Kazu, kamu masih ingat kata-kata ku sehari sebelum aku pergi kan? Aku berjanji tidak akan melanggarnya, aku tahu aku sudah banyak melanggar janji tidak hanya padamu tapi juga T-TUN. Tapi kali ini percayalah padaku. Miss you *chu*

PS:
katakan pada Maru ‘good job’ sudah berhasil mengacuhkan Taguchi di skit kalian, tidak sia-sia dia belajar banyak dariku, hahahaha... *bangga*

***

“Sudah baikan ya?” tanya Koki saat melihat Kame masuk ke ruang KaT-TUN sembari tersenyum senang dan menyimpan ponsel di saku

“Tidak bertengkar kok” jawab Kame

“Oh, jadi siapa ya yang kemarin marah-marah di telfon sambil bilang ‘cium boneka kura-kura?! Kenapa tidak sekalian bawa-bawa buah pir saja hah?!’ sampai seluruh junior ketakutan?”

“Siapa? Memangnya ada yang begitu?” Kame bertanya balik membuat Koki memutar mata dan segera melayangkan pukulannya pada Taguchi yang tertawa keras.

“Sudahlah. Ayo kita harus siap-siap memberi pesan untuk ditayangkan di JFC” Ueda menengahi dan berjalan menuju pintu, tapi kemudian berhenti “Mana Maru?”

Tiga kepala segera sibuk menengok ke kanan dan ke kiri hanya untuk menemukan tidak ada orang lain selain mereka berempat di ruangan itu

“Mungkin di toilet” kata Koki akhirnya

“Minna!!!!!” tiba-tiba terdengar sebuah teriakan dari luar dan mereka melihat Nakamaru berlari ke arahnya “Ada gosip baru!!!” lanjut Nakamaru setelah berhenti di depan teman-temannya yang saling pandang

“Sejak kapan kamu jadi tukang gosip?” tanya Ueda

“Dengarkan dulu! Tadi aku lewat di depan kantor dan tidak sengaja dengar kalau Akanishi akan mengadakan konser kembalinya dia ke Jepang di Saitama selama tiga hari berturut-turut tahun depan”

“So?” kata Koki menaikkan alisnya tak sabar

“Maru, kamu ketinggalan berita ya?” sela Taguchi tiba-tiba “Gosip yang terbaru itu Akanishi akan rilis single dan album di musim semi tahun depan”

“Lho, bukannya dia mau konser lagi di USA tahun depan?” lanjut Koki bingung

“Sejak kapan kalian semua jadi suka gosip sih?” Ueda menghela nafas dan mengeleng-gelengkan kepalanya “Aku malah dengar hal lain yang tidak enak”

“Ah, jangan-jangan soal Akanishi punya pacar anak Todai itu ya?” seru Taguchi yang langsung mendapat pukulan dari Nakamaru dan Koki yang berdiri di kanan kirinya. Ueda sibuk memukul-mukul punggung Kame yang tersedak air yang diminumnya.

“APA??!!” teriak Kame menatap teman-temannya satu per satu.

“Cuma gosip Kame-chan, belum tentu benar” Koki menenangkan

“Tapi katanya ada yang lihat mereka ciuman di....AUCH!! Itai!!!” Nakamaru, Ueda dan Koki segera menendang Taguchi

“Aku ada perlu sebentar” kata Kame dan segera mengeluarkan ponselnya mengacuhkan teman-temannya yang saling mendelik satu sama lain.

Sejak Akanishi pergi mereka memang punya kebiasaan baru yaitu selalu up-date mengenai gosip seputar mantan anggota mereka itu untuk mengetahui bagaimana keadaannya. Mereka tahu Akanishi tidak akan pernah mengabarkan keadaannya secara langsung pada mereka, dan dengan kesibukan Yamapi mereka kesulitan mencari informasi tentang Akanishi. Tidak ada yang berani mencegat Nishikido dan meng-interogasi tentang apa saja yang terjadi pada Akanishi, salah-salah mereka malah dikeroyok anggota Kanjani yang tentu saja sudah menang jumlah terlebih dahulu.

Sasaran tetap mereka adalah Yamapi. Biasanya Nakamaru akan mencoba mencari tahu di mana sahabat Akanishi itu berada lewat Koyama, jika diperlukan Koki akan menyogok Masuda dan Shige dengan makanan atau memanipulasi Tegoshi dengan alasan ‘Kame yang bertanya’. Setelah itu giliran Ueda yang menyelesaikan urusan utama mereka dengan Yamapi, kadang dengan persuasi seperti mengeluarkan kalimat ‘demi Kame’ kadang dengan intimidasi dan memanfaatkan posisinya sebagai ‘pencari lesensi petinju pro’ sementara Taguchi berjaga di depan pintu. Dengan cara itu mereka berempat bisa tahu apa yang terjadi dan bagaimana mereka membantu Kame.

Kame sendiri tidak perlu repot-repot karena langsung mendapat kabar pribadi dari yang bersangkutan, meski terkadang terlambat mengingat sifat Akanishi yang selalu berpikir dua kali bahkan lebih jika ingin menyampaikan sesuatu yang menyangkut dirinya sendiri dan Kame. Seperti saat kejadian ‘boneka kura-kura’ dikonsernya baru-baru ini.

***

SF, 10 Nov, 2010

“Jin? What’s up, Man?” seru Juice saat melihat ekspresi Akanishi yang cemas padahal konser baru saja berakhir

“Uhm, no-nothing” guman Akanishi tak jelas, matanya menatap sebuah boneka yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berdiri “I-I don’t know but suddenly I have a bad feeling”

“Eh? Why?”

“I-I don’t know”

“What’s happen guys?” tanya Joey saat melihat kedua temannya “What’s wrong with that turtle?” lanjutnya saat melihat Akanishi masih belum melepaskan pandangannya dari boneka pemberian fans yang diambilnya di tengah konser tadi.

“Turtle?!” ulang Akanishi membelalakkan matanya, mendadak dia tahu apa yang menjadi penyebab perasaannya tiba-tiba tak enak “Oh, Shit! I am dead!!”

“What?” kata Juice heran tapi sebaliknya Joey tiba-tiba tertawa keras saat Mata Akanishi semakin melebar melihat ponselnya menyala tanda ada telfon masuk

“C’mon Juice, we don’t want to listen lover quarrel right?! Give Jin privasi, let’s go drink!” kata Joey sembari merangkul Juice dan menariknya pergi meninggalkan Akanishi “Good luck with your turtle, Jin”

“F**k you, Joey!” gerutu Akanishi “This because you got that damn thing and give it to me!! You the one who ask me to kiss it!!”

“But you did it, I didn’t force you, beside your fans like it, they go crazy after that”

“Damn it! I really dead”

“Whatever. Try to stay alive, we still have consert to do. Bye bye”

Akanishi masih berguman kesal melihat temannya pergi begitu saja, dia masih sempat mendengar pertanyaan Juice yang sama sekali tidak tahu apa-apa dan kalimat Joey yang berjanji akan menceritakan, tidak hanya padanya tapi semua anggota Jin crew. Setelah menarik nafas 2 kali dan mempersiapkan diri, sambil menelan ludah Akanishi menerima ponsel yang masih terus menyala dalam genggamannya, belum sempat dia mengeluarkan satu katapun suara teriakan terdengar dari seberang terlebih dahulu, membuat boneka kura-kura yang tergeletak di atas meja terjatuh

“AKANISHI JIIIIINNNNNN!!!!!!!!”

***

“Itu ulah Joey, Kazu, dia yang mengambilnya dari fans dan menyodorkannya padaku” kilah Akanishi mencoba meredakan Kame yang emosi.

“Beruntung kamu di seberang lautan Jin, kalau sekarang kamu di depanku sudah kuhajar sampai tidak ada lagi yang bisa mengenalimu”

“Kazuu!!! Sudah ku bilangkan itu bu.....”

“Boneka kura-kura Jin?! Kura-kura?! Kenapa tidak bawa-bawa buah pir sekalian hah?!! Atau kamu tambah saja dengan gambar Kazuya dari karakter manga Touch!!!” teriak Kame pada ponselnya tanpa peduli tatapan teman-temannya yang cemas, Koki bahkan sampai sengaja keluar dari ruang KaT-TUN untuk melihat kalau-kalau ada orang di koridor yang mendengar teriakan anggota termuda mereka, tersenyum menenangkan saat beberapa junior mereka lari ketakutan dan hanya nyengir saat senior mereka memandangnya dengan tatapan heran.

Akanishi kembali menelan ludah dan pasrah diam saja mendengarkan kicauan Kame di seberang. Jika sebelumnya dia bersyukur Joey ikut di dalam Jin’s Crew sekarang dia meragukan pikirannya itu, mungkin lebih baik jika tidak ada teman dekatnya yang menjadi anggota back dancer-nya, atau mungkin lebih baik jika teman-temannya tidak tahu masalah pribadinya dengan Kame.

Sembari berpikir setelah itu akan menelfon Yamapi untuk bertanya kenapa bisa ‘rahasia’-nya yang semula hanya di bagi dengan sahabatnya itu dan Ryo bisa menyebar ke beberapa teman lain seperti Joey dan Yuu yang meskipun diam dan tidak berkomentar tapi Akanishi yakin temannya yang berdarah Spanyol itu tahu, termasuk kakak Yuu yang terkadang secara ‘tidak sengaja’ menawarkan assesoris couple atau benda berbentuk kura-kura padanya. Melupakan kalau sikapnya sendiri di hadapan teman-temannya sudah cukup jelas tanpa perlu ada yang memberitahu.


to be continued.....



A/N2:
Hi, I am back (^o^)/
This part just full with 'gossip' hell yeah, I got stuck with go and back to two town in short days many time so can't really consent with this fic. Gomen, I promise to make up in next chap *hide in back akame*


teaser: next part will full with song which suspicious, I try to add Kame new song too, 'cause in my mind it's have an akame aura... XP

Tidak ada komentar:

Harry Potter Magical Wand