Senin, 18 Oktober 2010

(fanfic) Gokusen club wo product

Gokusen Club wo Product
Disclaimer : Gokusen 2, Nobuta wo Product, Yukan Club, Anego, Sappuri
Pair: AkaKame, HayaRyu, MirokuShuuji, AkihikoYuya



chap 8

“Baiklah kita mulai saja acara AYND, yieeyyy” seru Akira bertepuk tangan

“AYND?” tanya Koji, adik Shuuji yang duduk paling depan di sebelah Taku bersama Take, Hyuga dan Tsuchi

“Akihiko Yuya Nakama ni shite Daisenkouen” jawab Akira

“Sepertinya aku pernah dengar” guman Sawatari melihat ke arah Yangkumi yang tersenyum tak peduli.

“Baiklah, sebagai pembawa acaranya, aku sendiri Kusano Akira dan Yamapi, yieyyyy” Akira kembali bertepuk tangan yang entah kenapa diikuti oleh semua yang berada di sana untuk melihat.

“Di sudut merah, Kurosawa Akihiko, Hayato Yabuki, Miroku Shocikubai dan Akanishi Jin. Sudut hijau terdiri dari Ishida Yuya, Odagiri Ryu, Kiritani Shuuji dan Kamenashi Kazuya. ADUH!!!”

“Kamu kira pertandingan tinju” potong Yamapi memukul kepala Akira

Yamapi menggantikan Akira berpidato, mengacuhkan pandangan bertanya dari 6 orang yang duduk di kanan dan kirinya. Sebaliknya, para tamu undangan mereka malah terlihat bersemangat dan sangat tertarik dengan kalimat yang diucapkannya.

“Sebenarnya kita mau apa sih?” tanya Kame pelan “Shuuji, biasanya kamu punya ide yang lebih baik dari sekedar setuju membuat forum diskusikan? Kamu tahu bagaimana sifat Yuya, ini tidak akan berhasil”

“Tapi kupikir menarik, Akira kadang benar meski terdengar aneh awalnya. Lagipula, akui saja, kamu juga mulai menikmati permainan inikan Kazu?!” tuduh Shuuji

Ryu hanya diam tanpa berkomentar, dia tahu baik Shuuji dan Kame pada dasarnya memang menyukai tantangan dan ini salah satunya. Apapun itu Ryu tidak peduli, yang diinginkannya hanya satu, masalah ini cepat selesai dan dia bisa kembali ke rumah untuk tidur.

Sementara itu di seberang mereka, Hayato dan Jin sibuk berdiskusi sendiri

“Dapat ide dari mana sih?” tanya Hayato

“Tadi mereka melihat saluran televisi asing dan lihat acara, apa tadi ya, What do you still love me? Kalau tidak salah, terus Akira dapat ide buat niru, Pi setuju, tadinya aku tidak mau, tapi setelah kupikir-pikir sepertinya menarik juga”

“Kurasa juga begitu, ya sudah kita ikut saja, sepertinya seru”

“........nanti kita beri pertanyaan dan kita lihat apakah hasilnya cocok atau tidak. nah kita mulai saja, pertanyaan pertama, Akira. Kamu yang baca” kata Yamapi mengakhiri pidatonya

“Pertanyaan pertama” kata Akira “Apa yang membuat mu marah pada pacarmu?”

Di kursi penonton,

“Bukannya sudah dijelaskan tadi?” kata Nakamaru

“Diam dan lihat saja” potong Ryo “Dan Junno, bisa berhenti main game? Berisik!” Ryo memandang Taguchi yang duduk di sebelahnya kesal

“Sorry, aku cuma ngasih tahu game terbaru ke Bido”

“Pardon” sahut Bido tersenyum dari sisi lain Taguchi

Kembali ke panggung,

“Setiap hari dia bertukar e-mail dengan Anego, siapa yang tidak sebal” seru Yuya “Padahal e-mail ku satu saja belum tentu di balas”

“Aku cuma minta saran tenang pekerjaan darinya” sahut Akihiko “Karena e-mail mu memang tidak butuh balasan jadi tidak kubalas”

“Apa katamu?! Tidak butuh balasan?! Ka...”

Kubu Akihiko,

“Kazu juga kadang tidak balas e-mail ku” kata Jin pelan

“Memangnya kamu nulis apa?” tanya Hayato

“’Kazu-chan, pagi’. Kadang ‘Kazuuuu’ trus kukasih icon smile. Atau ‘Kazu hari ini cerah ya’ pernah juga .....”

“Itu sih memang gak perlu di baleskan?!” jawab Hayato tidak lagi mendengarkan kalimat Jin

Kubu Yuya,

“Memangnya masalah seperti itu bisa jadi besar ya?” tanya Shuuji

“Tergantung orangnya, tiap kali aku e-mail Jin malah aku mengharapkan dia tidak membalas”

“Kenapa?”

“Aku cuma mengingatkan jadwal kerja sekali, tapi balasannya 10 kali dan semuanya sama sekali tidak penting. Makanya sekarang aku lebih suka menelfonnya daripada e-mail” jawab Kame

Kembali ke panggung,

“Pertanyaan kedua, Apakah menurutnya dia termasuk tipe-mu?” kata Yamapi

“Sudah jelaskan, mereka pernah pacaran, sudah tentu dia termasuk tipenya” jawab Akihiko

“Itu dulu, sekarang aku denganmukan?! Atau kamu tidak sadar kalau sekarang aku pacarmu?!!”

“Dengan berulang kali kamu bilang pergi dengan Fujii-san?! Mana mungkin aku percaya??!!!”

“Jadi selama ini kamu tidak mempercayaiku????!!!”

Kubu Yuya,

“Ternyata kepercayaan itu penting ya” guman Shuuji lagi

“Aku selalu percaya pada Hayato” sahut Ryu ikut berkomentar yang membuat Kame dan Shuuji segera memandangnya penasaran. Seorang Ryu??!!!

“Tiap kali kami terlibat perkelahian” lanjut Ryu tenang. Kame dan Shuuji segera kembali memperhatikan Yuya dan Akihiko yang masih saling menuduh dengan kecewa dan melewatkan senyuman yang muncul di bibir Ryu.

Kubu Akihiko,

“Hayato”

“Hah?” Hayato menoleh ke arah Miroku penasaran “Apa?”

“Menurutmu Shuuji tipe yang bisa dipercaya?”

“Maksutmu?”

“Tadi aku sempat tanya hubungannya dengan Akira dan dia bilang hanya teman, tapi sejak tadi kuperhatikan mereka akrab sekali”

“Ah, aku tahu” seru Hayato “Kamu jealous kan?”

“Tenang saja, Akira itu menyukai Nobuta” sela Jin bersimpati pada Hayato yang mendapat jitakan di kepalanya dari Miroku “Percaya saja-lah, jangan buat masalah lagi, terakhir cewek-mu kabur ke London kan?”

“Itu lain cerita” protes Miroku sementara Hayato tertawa pelan tapi segera diam setelah mendapat tatapan ‘shut up or you’ll dead’ dari Miroku.

“Pertanyaan ketiga, kon! Apakah lebih perhatian pada dia?”

“IYA. MEMANG DARI AWALKAN MASALAHNYA ITU!!!!” teriak Akihiko dan Yuya bersamaan

“Sorry sorry” kata Akira bersembunyi di belakang Yamapi

“Selanjutnya, Lebih sering membela dia?” kata Yamapi “Merasa tersaingi?”

“TENTU SAJA, BAGAIMANAPUN JUGA DIA PEREMPUAN!!!!” teriak Akihiko dan Yuya bersamaan lagi

Di kursi penonton,

“Apa hubungannya?” tanya Yuri

“Sudah pasti mereka merasa khawatir kalau-kalau ternyata mereka kembali normal” jawab Yangkumi “Pada dasarnya baik Akihiko dan Yuya pernah tertarik pada Senpai mereka, jadi besar kemungkinan jika sebenarnya mereka normal, cowok kan lebih tertarik dengan cewek”

“Ya, cuma orang bodoh yang lebih memilih cowok daripada cewek” Ryo berguman menyetujui, tapi kemudian seluruh anak kelas 3-D menoleh ke arah Yangkumi dengan terkejut, termasuk Sawatari.

“Apa?” tanya Yangkumi binggung

“Yangkumi-chan” kata Take “Kenapa kamu bisa tahu masalah cinta dengan baik?” Disusul aemua anggota kelas 3-D yang mulai menyatakan pendapatnya masing-masing tanpa mempedulikan Yangkumi yang berbicara dari sudut pandangnya sendiri.

Anggota KAT-TUN dan NewS sibuk menarik perhatian Noriko, Yuri dan Karen, kecuali Junno yang masih asyik memamerkan game terbarunya pada Bido yang setengah mendengarkan sambil membalas e-mail dari penggemarnya. Nobuta mencoba bersosialisasi dengan Taku dan Koji di bawah arahan Sawatari.

Seishiro? Well sebagai satu-satunya yang masih waras, dia hanya berguman ‘baka’ dan menarik nafas sebelum membuka buku yang dibawanya dan mulai membaca.

Sementara itu di stage keributan antara Akihiko dan Yuya masih belum mereda dan akan terus berlangsung entah sampai kapan. Yamapi dan Akira yang tadinya berada di tengah-tengah untuk memisahkan mereka perlahan mundur teratur. Di kursi pendukung kedua kubu masing-masing sibuk dengan kepentinganya sendiri-sendiri.

Ryu memilih untuk tidur, Kame mendengarkan cerita Shuuji mengenai pertemuannya dengan Miroku, Jin mengeluarkan mini player dan memutuskan untuk mendengarkan musik mencari inspirasi untuk menulis lyrik, Miroku dan Hayato kembali ribut mengenai masalah kamar yang berantakan dan pesawat mainan yang rusak.

***


A/N:
Haruskah ku lanjutkan? atau anggep aja tamat di sini??? XP *ngumpet d belakang akame*

2 komentar:

miss akame mengatakan...

Kok dari chap 8 tensai??

tensaipetenshisama mengatakan...

Ada kok chap 1x. Coba deh u klik d tag 'gokusen club' ntar kan ktmu yg chap 1x. Ini kan fic lama cm smpt putus d tengah2. Bhubung santi demo minta d post lanjutanx jd q br q post skrg ^^

Harry Potter Magical Wand